This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 24 Juni 2008

Kelulusan Siswa SD/SMP di Sejumlah Sekolah Capai 100 Persen

Jakarta-RoL-- Angka kelulusan siswa sekolah dasar (SD)pada ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) dan kelulusan SMP pada ujian nasional (UN) 2008 di sejumlah sekolah di Jakarta dan Bekasi mencapai 100 persen.

"Kelulusan 100 persen bahkan pada pelajaran matematika sebanyak 66 siswa meraih nilai 10, bahasa Inggris nilai 10 diraih 12 siswa dan nilai 10 untuk mata pelajaran IPA sebanyak sembilan siswa," kata Kepala Sekolah SMP 115 Jakarta Selatan, Adi Dasmin di Jakarta, Sabtu di sela-sela pengumuman hasil UN SMP dan UASBN SD yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Tanah Air.

Adi mengatakan, sekolah tidak mengharuskan siswa untuk datang ke sekolah tetapi biasanya siswa memilih berkumpul dengan teman-temannya di sekolah melihat melalui papan pengumuman.

Pengumuman kelulusan siswa juga dapat dilihat melalui internet melalui alamat website SMP 115 mulai Sabtu pukul 10.00 WIB. Ia mengatakan, Nilai Ebtanas Murni (NEM) untuk empat mata pelajaran tertinggi di SMP 115 Jakarta Selatan yang telah menyandang status Sekolah Berstandar Interansional (SBI) sebesar 38,5.

Pengumuman kelulusan UN di salah SMP favorit di Bekasi Selatan, yakni SMP 12 Pekayon dilaksanakan melalui surat pemberitahuan yang diantar ke alamat rumah siswa. "Kami menggunakan jasa kurir untuk mengantarkan surat pemberitahuan kelulusan siswa yang dilaksanakan sejak pukul 04.00 wib pagi tadi. Kebetulan siswa kami mayoriats tinggal di wilayah Bekasi Selatan sehingga tidak terlalu repot bagi kurir kami mengantarkannya," kata Wakil Kepala Sekolah SMP 12 Bekasi Amala Sunarti.

Ia mengatakan, dari hasil UN 2008 siswa sekolah itu lulus 100 persen dengan nilai NEM tertinggi 37,60 dan empat siswa meraih nilai 10 untuk matematika, sedangkan nilai tertinggi untuk bahasa Inggris sebesar 9,8, Bahasa Indonesia 9,60, dan IPA 9,50.

Ia mengakui, penambahan mata pelajaran UN dari tiga menjadi empat mata pelajaran cukup berpengaruh terhadap persiapan siswa menghadapi UN yang baru lalu. Namun, pihak sekolah sudah sejak jauh hari mempersiapkan dengan memberikan latihan-latihan soal dan uji coba UN dan siswa mengikuti bimbingan belajar sehingga hasilnya cukup baik, kata Amala.

Pengumuman UN SMP di Sekolah Katolik Marsudirini Kemang Pratama dilaksanakan dengan cara mengumpulkan siswa di halaman sekolah. Kepala sekolah dan guru-guru kemudian memanggil murid satu persatu untuk menerima amplop tertutup yang tidak boleh dibuka hingga waktu yang telah ditetapkan sekolah.

Suasana tegang terlihat dari wajah-wajah siswa yang seluruhnya telah memegang surat dalam amplop tertutup. Beberapa saat kemudian Kepala Sekolah SMP Marsudirini Suster M Elisabeth OSF meminta seluruh siswa membuka secara bersama-sama.

Menurut seorang guru, siswa peserta UN 2008 di SMP tersebut seluruhnya lulus dengan nilai NEM tertinggi 38,00. Pengumuman hasil UASBN dengan cara mengumpulkan siswa di halaman sekolah juga dilakukan di Sekolah Dasar (SD) Maria Fransiska Bekasi Selatan. Siswa satu persatu diberikan amplop tertutup untuk dibuka bersama-sama. Angka kelulusan siswa pada UASBN di sekolah tersebut mencapai 100 persen.


Joseph, siswa kelas 9 SMP Marsudirini Kemang Pratama, mengatakan, senang karena meraih ranking lima besar dan berniat untuk melanjutkan pendidikan ke SMA negeri di Bekasi atau Jakarta. "Saya sudah diterima di SMA Negeri favorit di Bekasi, namun masih ingin mencoba kemampuan nilai dengan mengikuti Penerimaan Siswa baru (PSB) online ke SMA Negeri di Jakarta," katanya.antara/mim

Sumber : Republika

Program Khusus di PTN Hancurkan PTS

Jakarta-RoL-- Program khusus penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan perguruan tinggi negeri (PTN) semakin menghancurkan peluang perguruan tinggi swasta (PTS) untuk menjadi pilihan bagi masyarakat sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi.

"Dengan program swadana dalam penerimaan mahasiswa yang dilaksanakan kalangan PTN, maka PTS akan semakin hancur," kata Rektor Universitas Timbul Nusantara (Utirta-IBEK) Jakarta Pro Dr Laurence A Manullang di Jakarta, Selasa.

Laurence Manullang mengemukakan, tidak "fair" PTN menyelenggarakan program swadana karena PTN telah memperoleh dana dari pemerintah melalui APBN.

Program swadana hanya tepat diselenggarakan di PTS sehingga jika PTN juga menyelenggaraka program tersebut, maka terjadi persaingan tidak sehat antara PTN dengan PTS.

Hal itu mengakibatkan masyarakat lebih memilih program khusus di PTN ketimbang di PTS. Akibatnya, PTS akan semakin kurang peminatnya.

"Dari 800 PTS di Indonesia, sudah ratusan PTS yang tutup dan tinggal papan nama karena adanya program swadana di PTN," katanya.

Laurence menegaskan, PTN yang sudah didanai APBN sebaiknya membatasi diri dalam melaksanakan program swadana penerimaan mahasiswa baru.

Kalau PTN juga menyelenggarakan penerimaan mahasiswa dan menyelenggarakan pendidikan dengan program khusus serta dana khusus, maka PTS akan semakin ditinggalkan masyarakat.

Utirta yang dulunya bernama STIE-IBEK kini memiliki 14 program studi dari sebelumnya hanya lima program studi. Sejak 10 November 2006, STIE-IBEK berubah nama menjadi Utirta-IBEK dan setelah 20 tahun di era STIE-IBEK sudah meluluskan lebih 3.000 sarjana.

Selain proghram sarjana, Utirta juga menyelenggarakan program pascasarjana (S2) magisster manajemen (MM). Untuk program sarjana (S1), antara lain, ekonomi manajemen/akuntansi, Bahasa Inggris, Ilmu Komunikasi, teknik informatika, ilmu hukum, teknik sipil/ arsitektur, kelautan/perikanan, biologi, matematika serta program Diploma 3 (D3) untuk akuntansi dan manajemen.

Utirta dengan tiga kampus di Jakarta, yaitu Kampus A IBEK Centre di Jl Mandala Raya No.33-34 Tomang Jakarta barat, Kampus B Makaliwi Office Park No.18D Jl Makaliwe Rata No.18D Jakarta Barat dan Kampus C do Kedaung Kali Angke Cengkareng Jakarta Barat sedang menerima mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2008/2009.

Selain menerima mahasiswa baru, Utirta juga menerima mahaisswa pindahan.

"Pendaftaran dilakukan 24 Juni hingga 30 Agustus 2008 di IBEK Centre,' kata laurence Manullang yang menambahkan, Utirta telah merancang program khusus untuk S1 lama pendidikan 3,5 tahun dengan biaya Rp17,5 juta dan program lulusan D3 untuk menyelesaikan S1 dengan waktu 1 tahun dan biaya Rp7,5 juta. Sedangkan untuk lulusan S1 yang akan melanjutkan S2 MM telah dirancang untuk menyelesaikannya dalam waktu 1,5 tahun dengan biaya Rp15 juta.

Mengenai prestasi Utirta, Laurence A Manullang mengemukakan, Tim Mahasiswa Utirta telah meraih juara ke-4 pada "National Accounting Competition" yang diselenggarakan STAN dan diikuti 73 PTN/PTS pada 6 Januari hingga 1 Pebruari 2007. ant/

Sumber : Republika

Anak Sekolah Korban Narkoba Bertambah Banyak

Jakarta-RoL -- Jumlah anak sekolah yang menjadi korban akibat penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

"Tahun 2001 hanya empat persen anak sekolah SMP-SMA yang mencoba menggunakan narkoba, tapi menurut survei terakhir YCAB, saat ini jumlahnya telah meningkat menjadi delapan persen," kata anggota Dewan Penasehat Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Muhammad Farhan di Jakarta, Selasa (24/6).

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2005 pun menunjukkan bahwa 80 persen dari 3,2 juta pecandu narkoba di Indonesia berusia 12-24 tahun.

"Artinya, sebagian besar pecandu masih berusia sekolah dan mungkin masih bersekolah," kata Manajer Hubungan Masyarakat YCAB Yulinda Panggabean menambahkan.

Selain itu, kata Farhan, menurut hasil survei YCAB, empat dari lima rumah tangga di Jakarta menyatakan mengetahui adanya masalah narkoba di sekitarnya namun memilih tidak melakukan tindakan apapun.

"Survei juga menunjukkan bahwa orang tua dan keluarga selalu menjadi pihak yang paling akhir tahu kalau ada anggotanya yang terjerat narkoba. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat kita belum menyadari dan peduli dengan masalah yang mengancam masa depan generasi muda ini," katanya.

Lebih lanjut Yulinda menjelaskan, data dan fakta tersebut membuat kampanye antinarkoba menjadi sangat penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

YCAB sendiri, Farhan menambahkan, aktif mengampanyekan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada anak-anak sekolah dan mahasiswa.

"Kami fokus ke anak-anak, utamanya untuk menumbuhkan kesadaran dalam diri mereka, karena menurut hasil studi tujuh dari 10 alasan seorang anak yang mencoba mengonsumsi narkoba berasal dari diri mereka sendiri," kata Farhan.

Program kampanye di sekolah, katanya, antara lain dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan tentang upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi guru serta berkampanye langsung ke sekolah secara berkala.

"Relawan kami secara berkala mendatangi sekolah, dari tingkat SD hingga SMA, serta membagikan pengetahuan tentang bahaya narkoba dan cara menghindarinya kepada para siswa," katanya.

YCAB, kata Yulinda, juga merangkul anak-anak muda untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kampanye antinarkoba dengan membentuk pusat kegiatan pemuda (Youth Against Drug Abuse/YADA).

"Karena kampanye dengan model pir grup semacam ini justru sangat efektif bagi para remaja," katanya.

Dampak positif itu dirasakan pula oleh Syir Asih Amanah (18), yang satu tahun lalu berkesempatan mengikuti kampanye YCAB dan kemudian ikut aktif berkampanye melalui YADA.

"Sebelumnya saya cuma tahu kalau narkoba itu bahaya aja, tapi nggak tahu bahayanya seperti apa. Tapi sekarang saya jadi tahu banyak. Saya juga bisa mengikuti berbagai kegiatan bagus seperti pelatihan kepemimpinan, jurnalistik, dan tari yang diadakan YCAB secara gratis," katanya serta menambahkan saat ini dia sudah bisa mengajak 97 rekan sebayanya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kampanye antinarkoba. antara/is

Sumber : Republika

Senin, 23 Juni 2008

SMPN 4 Bandar Lampung Terbaik Hasil UN Se-Provinsi Lampung

BANDAR LAMPUNG: Para siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Bandar Lampung, di Kota Bandar Lampung, Lampung, meraih hasil terbaik di daerahnya pada Ujian Nasional (UN) 2008 SMP/MTs se-Provinsi Lampung.

Data rekapitulasi nilai tertinggi capaian UN SMP/MTs dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Lampung, diperoleh Antara Lampung, Minggu (22/6), menyebutkan, dari total 325 siswa peserta UN di SMPN 4 Bandar Lampung itu, mendapatkan nilai tertinggi dibandingkan sekolah di seluruh Lampung lainnya.

Nilai keseluruhan empat mata pelajaran yang diujikan dalam UN di sekolah itu, mencapai 34,14, yaitu rata-rata meraih nilai 8,02 untuk pelajaran Bahasa Indonesia, 8,84 untuk Bahasa Inggris, 8,65 untuk Matematika, dan 8,63 untuk IPA.

Ranking kedua capaian nilai UN terbaik siswa SMP di Lampung adalah SMPN 2 Bandar Lampung, dengan total nilai empat pelajaran mencapai 33,53 (rata-rata nilai Bahasa Indonesia 8,17; Bahasa Inggris 8,75; Matematika 8,46; dan IPA 8,15), dengan peserta UN sebanyak 236 siswa.

Ranking ketiga terbaik hasil UN siswa SMP se-Lampung adalah SMPN 1 Bandar Sribhawono di Kabupaten Lampung Timur yang meraih nilai keseluruhan pelajaran yang diujikan dalam UN 33,18.

Nilai rata-rata siswa di sekolah itu, untuk pelajaran Bahasa Indonesia 8,55; Bahasa Inggris 8,00; Matematika 9,01; dan IPA 7,62.

Berdasarkan data rangking hingga ke-53 hasil UN siswa SMP/MTs se-Lampung itu, menunjukkan tidak ada dominasi sekolah di kabupaten/kota tertentu, termasuk banyak pula sekolah di luar Kota Bandar Lampung dan Metro yang masuk rangking 50 besar terbaik itu.

SMPN 2 Bandar Lampung (ranking kedua terbaik) adalah sekolah yang dikembangkan berstandar internasional (SBI) di Provinsi Lampung.

SMPN 1 Bandar Lampung yang juga dicanangkan menjadi Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) di Lampung, berada pada peringkat ke-15, di bawah SMPN 1 Kota Agung, SMPN 1 Pringsewu, dan SMPN 2 Pringsewu (Kabupaten Tanggamus), dan SMPN 1 Trimurjo, Lampung Tengah dan puluhan sekolah lainnya.

Tapi secara umum rata-rata hasil UN siswa SMP/MTs negeri dan swasta 2008 di Provinsi Lampung, merosot dibandingkan hasil UN 2007 lalu, sekitar 2-3% penurunannya.

Menurut Koordinator Humas Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Lampung Bambang Joko DS dan Kepala Bidang Perencanaan Pendidikan Daniel Marsudi, atas nama Kepala Disdik Hery Suliyanto, rata-rata angka kelulusan 2008 mencapai 91,372%.

Jumlah siswa SMP/MTs peserta UN di Lampung sebanyak 112.693 siswa tersebar pada 1.576 sekolah. Siswa yang tidak lulus sebanyak 9.723 anak (8,628%).

Rata-rata kelulusan yang mencapai 91,372% itu menurun dibandingkan kelulusan 2007 lalu yang mencapai 94,126% (turun 2,754%). (Ant/OL-02)

Sumber :
Media Indonesia

Sabtu, 21 Juni 2008

Pengumuman Nilai UN 2008

Lampung
Pengumuman hasil Ujian Nasional 2008 di Lampung khususnya di Bandar Lampung, diwarnai insident, dari berbagai kalangan sangat menyayangkan tingkah para generasi muda sebagai pewaris bangsa kelak. Pengumuman yang seharusnya menjadi ajang yang mengharukan itu harus diwarnai tingkah yang konvoi yang membuat jalanan macet, entah apa yang menjadi pikiran mereka.

Dari hasil pantauan kami, tentang komentar para pengguna jalanan yang berada dipinggir jalan tentang mereka yang konvoi kelulusan itu adalah "Sekarang mereka senang-senang, padahal mereka aja belum tau setelah ini mau kemana?" komentar senada selalu kami temuakan.

Sudah jadi renungan bagi para pewaris bangsa ini, sebgai generasi muda jangan menjadi generasi yang cuma bisa menyalahkan, tapi bagaimana menjadi generasi yang penuh tanggung jawab dan bisa diandalkan untuk menjawab tantangan dan permasalahan bangsa ini di hari kemudian.

jangan-jangan saat kalian memegang kekuasaan bangsa ini telah dijajah (ekonominya) oleh bangsa lain, dan kalian menjadi budak di negeri sendiri.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Site Search