This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 26 Juni 2008

Ingat Wiji Tukul

Yang Terlupakan
Dari kiri : Wiji Thukul- penyair yang hilang, Kanan : Wajah Wajah aktivis mahasiswa yang sampai sekarang belum kembali. Photo : Indonesia under Soeharto’s year
Wiji Tukul. Sebuah sosok yang tiba-tiba menjadi populer karena menjadi target operasi pencarian orang berbahaya orde baru setelah Budiman Sudjatmiko dan Pius Lustrilanang. Puisi Tukul yang berbunyi “Hanya Ada Satu Kata: Lawan!” adalah petikan yang menjadi inspirasi teman-teman mahasiswa untuk meninggalkan bangku kuliah dan menghabiskan waktunya di jalanan (baca: demonstrasi). Puisinya lugas dan bebas dari ‘kungkungan’ teori berpuisi. Selugas bahasanya, puisi tukul berisi protes terhadap ketidak adilan kekuasaan. Namun kini kita tidak akan menemui karya-karya seunik itu lagi, karena penyairnya telah hilang dan tak kembali lagi

Tiba-tiba ‘kerinduan’ pada si Tukul ini muncul. Aku tidak tahu banyak tentang dia. Yang aku tahu, Tukul telah hilang ditelan oleh sebuah kekuasaan yang arogan dan yang paling aku tahu hanyalah petikan puisinya yang berbunyi “Lawan!”. Hasil pencarian melalui google, ada beberapa puisi Wiji Tukul yang bisa dipost di sini.

_________________________________

Peringatan

Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa

Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar

Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!

______________________________________________

Sampai di Luar Batas

Kau lempar aku dalam gelap
Hingga hidupku menjadi gelap
Kau siksa aku sangat keras
Hingga aku makin mengeras
Kau paksa aku terus menunduk
Tapi keputusan tambah tegak
Darah sudah kau teteskan
Dari bibirku
Luka sudah kau bilurkan
Ke sekujur tubuhku
Cahaya sudah kau rampas
Dari biji mataku
Derita sudah naik seleher
Kau menindas
Sampai
Di luar batas

Wiji Thukul,17 November 1996

_____________________________________________

Bunga dan Tembok

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendakiadanya
Engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri

Jika kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!
Dalam keyakinan kami
Di manapun – tirani harus tumbang!

_____________________________________________

Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa

aku bukan artis pembuat berita
tapi aku memang selalu kabar buruk buat
penguasa

puisiku bukan puisi
tapi kata-kata gelap
yang berkeringat dan berdesakan
mencari jalan
ia tak mati-mati
meski bola mataku diganti
ia tak mati-mati
meski bercerai dengan rumah
ditusuk-tusuk sepi
ia tak mati-mati
telah kubayar yang dia minta
umur-tenaga-luka

kata-kata itu selalu menagih
padaku ia selalu berkata
kau masih hidup

aku memang masih utuh
dan kata-kata belum binasa

(Wiji Thukul.18 juni 1997)

Jadi…
Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diam
aku siapkan untukmu: pemberontakan!


Wiji Thukul Wijaya

Wiji Thukul Wijaya lahir di Sala 24 Agustus 1963 sebagai anak tukang becak. Keluarganya katolik, dan diapun masuk SD katolik. Selepas SMP, selama kurang dari dua tahun dia belajar di sekolah Menengah Karawitan Indonesia, sampai putus sekolah pada tahun 1980.

Di Solo, Thukul dibesarkan di sebuah kampung miskin yang sebagian besar penghuninya hidup dari menarik becak. Ketika itu bis kota mulai menguasai jalanan, mengakibatkan penderitaan yang berkepanjangan bagi para tukang becak yang penghasilannya semakin merosot. Berapapun tambahan penghasilan dari anak istri bias sangat penting artinya. Rentenirpun telah menjadi pengunjung tetap yang kedatanganya selalu menggelisahkan para penghuni kampong.

Semenjak putus sekolah, Thukul mencari nafkahnya sendiri melalui berbagai pekerjaan tidak tetap. Dia pernah mejadi tukang Koran, tukang semir mebel di suatu perusahaan kecil di kampung, maupun buruh harian. Selain itu dia pun membaca puisi secara ngamen keluar masuk kampung, kadang-kadang diiringi musik gamelan. Keterlibatan Thukul dalam teater dan kesenian di Sala dan Jawa Tengah sangatlah luas. Dia pernah mengambil bagian dalam pembacaan puisi di Monumen Pers Surakarta, Pusat Kesenian Jawa Tengah, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Yayasan Hatta di Yogyakarta serta radio PTPN. Sajak-sajaknya secara teratur muncul diberbagai majalah dan surat kabar, dan pada tahun 1984 kumpulan sajaknya berjudul Puisi Pelo diterbitkan dalam bentuk stensilan oleh Taman Budaya Surakarta. Stensilan berikutnya Darman dan lain-lain telah pula diterbitkan, selain sajak-sajaknya pun muncul dalam Antalogi 4 Penyair Solo. Kumpulan terbaru Thukul berjudul Suara. Dia memproduksi sendiri bulan Juli 1987 dalam bentuk fotokopi yang dikomentarinya : ” Aku sedang belajar untuk tidak tergantung pada lembaga-lembaga kesenian resmi.”





______________________________________________________



TIRANI HARUS TUMBANG
(Wiji Thukul, 1987)





Seumpama bunga, Kami adalah bunga yang tak kau kehendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun rumah dan merampas tanah
Seumpama bunga, Kami adalah bunga yang tak kau kehendaki adanya
Engkau lebih suka membangun jalan raya dan pagar besi
Seumpama bunga, Kami adalah bunga yang dirontokkan di bumi kami sendiri
Jika Kami bunga, Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu telah Kami sebar biji-biji
Suatu saat Kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan : Engkau harus hancur!
Dalam keyakinan kami, Dimanapun
______________________________________________________

Derita Sudah Naik Seleher

kaulempar aku dalam gelap
hingga hidupku manjadi gelap

kausiksa aku sangat keras
hingga aku makin mengeras

kaupaksa aku terus menunduk
tapi keputusan tambah tegak

darah sudah kauteteskan
dari bibirku
luka sudah kaubilurkan
ke sekujur tubuhku
cahaya sudah kaurampas
dari biji mataku

derita sudah naik seleher
kau
menindas
sampai
di luar batas
______________________________________________________

Kucing, Ikan Asin Dan Aku

Seekor kucing kurus
menggondol ikan asin
laukku untuk siang ini
aku meloncat
kuraih
pisau
biar
kubacok ia
biar
mampus

ia tak lari
tapi mendongak
menatapku
tajam

mendadak
lunglai
tanganku
-aku melihat diriku sendiri!

lalu kami berbagi
kuberi ia kepalanya
(batal nyawa melayang)
aku hidup
ia hidup
kami sama-sama makan

Selasa, 24 Juni 2008

Ada yang Pingsan karena Tak Lulus UN

BANDARLAPUNG, SABTU - Pengumuman kelulusan SMA/MA/SMK disambut berbagai cara oleh para siswa di Bandar Lampung. Siswa yang lulus langsung bersorak-sorak dan langsung mencorat-coret baju seragam mereka, saling berangkulan dan menangis, serta berkonvoi dengan sepeda motor. Sementara siswa yang tidak lulus menangis dan jatuh pingsan.

Pemantauan Kompas, Sabtu (14/6) di SMK Utama, SMAN 1 Bandar Lampung, SMA Utama, dan SMAN 2 Bandar Lampung menunjukkan, begitu para siswa selesai membaca surat tanda kelulusan, mereka langsung bersorak. Sambil berangkulan mereka langsung mencorat coret baju seragam mereka dengan cat semprot.

Usai saling mencoret, mereka kemudian berkonvoi. Namun belum sempat meluapkan kegembiraan, polisi dari Poltabes Bandar Lampung mengumpulkan para siswa dari sekolah-sekolah yang terletak di satu jalur jalan utama di Bandar Lampung yaitu di Jalan Sudirman, di lapangan Gedung Olah Raga (GOR) Saburai.

Polisi mengingatkan mereka tentang bahaya konvoi dan kemacetan yang timbul. Namun, di tengah-tengah hujan yang cukup deras para siswa itu nekad berkonvoi untuk menyatakan kegembiraan mereka lulus ujian dengan kawalan polisi. Konvoi melewati jalan-jalan utama Bandar Lampung, mulai Jalan Raden Intan, Jalan Sudirman, Jalan Diponegoro, dan Jalan Teuku Umar, serta sempat memacetkan jalan-jalan tersebut.

Dari pemantauan, selain merespons dengan berkonvoi, terdapat pula siswa yang pingsan karena dinyatakan tidak lulus ujian. Siswa SMK Utama, Antika Sari, terlihat menangis dan lemas usai membaca surat pengumuman kelulusan. Tidak kuasa menerima pengumuman tersebut ia kemudian pingsan. Para guru yang simpati menolong Antika dan menenangkannya.

Di SMKL Utama, dari 107 peserta ujian nasional terdapat tujuh siswa yang tidak lulus. Sebanyak empat siswa tidak lulus dari jurusan sekretaris, satu siswa dari jurusan akuntansi, dan dua siswa dari jurusan penjualan.

Menanggapi siswa yang tidak lulus, Kepala Sekolah SMK Utama Nasib Utomo mengatakan, ia menyatakan tidak setuju dengan kebijakan pemerintah untuk menggabungkan siswa SMA dan SMK yang tidak lulus ke dalam satu paket belajar, paket C.

Ketidaksetujuan itu ia sampaikan karena mata pelajaran untuk siswa SMK berbeda dengan siswa SMA. Dalam paket C, siswa SMK yang tidak lulus diminta mempelajari mata pelajaran yang dipelajari siswa SMA seperti sosiologi, antropologi, dan tata negara.

Menurut Nasib, kebijakan tersebut sudah salah kaprah. Sebaiknya, pemerintah menyiapkan kebijakan khusus bagi siswa SMK yang tidak lulus ujian. Di sekolah kami, saya lebih suka menganjurkan siswa yang tidak lulus untuk mengulang kembali pelaj aran dari awal tahun pelajaran supaya siswa lebih mantap mengulang ujian. Namun semua terserah siswa, katanya.

Dari catatan Dinas Pendidikan Lampung, dari peserta ujian nasional tingkat SMA/MA/SMK 2008 sebanyak 65.995 peserta, sekitar 5.078 siswa di antaranya tidak lulus. Di Lampung juga terdapat enam MA swasta dengan angka kelulusan nol persen dan satu SMA negeri dengan angka kelulusan nol persen.

Sumber Kompas

22.242 siswa SMA Tidak Lulus UN 2008

SEMARANG, JUMAT - Sebanyak 22.242 siswa menengah tingkat atas di Provinsi Jawa Tengah tidak lulus ujian nasional atau UN 2008. Jumlah tersebut setara dengan 8,07 persen dari keseluruhan peserta UN SMA/MA/SMK di Jateng sebanyak 275.618 siswa. Persentase kelulusan UN untuk siswa SMA sederajat Jateng tahun ini lebih rendah dibandingkan UN tahun 2007.

Angka kelulusan UN SMA sederajat tahun 2008 sebesar 91,93 persen. Tahun 2007, persentase kelulusan mencapai 92,29 persen. Kasubdin Perencanaan dan Pengembangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Satoto Rahardjo di Kota Semarang, Jumat (13/6), mengatakan, kendati angka kelulusan menurun, kualitas kelulusan tahun ini dinilai lebih baik.

Harus diingat bahwa standar kelulusan tahun ini dinaikkan satu poin dari 4,25 pada tahun lalu menjadi 5,25. "Selain itu, tahun 2007 kemarin, mata pelajaran yang diujikan hanya empat, sedangkan tahun ini ada enam mata pelajaran yang diujikan. Beban siswa jauh lebih berat," ungkap Satoto.

Jika dirinci berdasarkan jurusan, berdasarkan data Dinas Pendidikan Jateng, tingkat kelulusan siswa SMA jurusan bahasa adalah yang paling tinggi. Dari 3.123 siswa jurusan bahasa, 96,19 persen di antaranya berhasil lulus, sedangkan yang tidak lulus hanya 3,81 persen. Untuk jurusan IPA, dari sebanyak 53.303 siswa, 50.440 siswa berhasil lulus. Jumlah siswa yang tidak lulus untuk jurusan IPA sebanyak 2.863 siswa. Tingkat kelulusan jurusan IPS merupakan yang terendah. Dari 71.279 siswa yang mengikuti UN, 91 persen di antaranya atau sebanyak 64.863 siswa dinyatakan lulus.

Untuk Madrasah Aliyah (MA), dari 9.171 siswa jurusan IPA, sebanyak 93,18 persen atau 8.545 siswa dinyatakan lulus. Jurusan IPS, dari 22.836 siswa yang mengikuti UN, 87,27 persen atau sekitar 19.928 siswa berhasil lulus. Dari 1.287 siswa MA jurusan bahasa , persentase kelulusan mencapai 95,73 persen atau sekitar 1.232 siswa. Dari 126.148 siswa SMK yang mengikuti UN, sebanyak 8,78 persen di antaranya atau 11.075 siswa dinyatakan tidak lulus.



Satoto menjelaskan, walaupun standar nilai kelulusan UN tahun 2008 dinaikkan, nilai rata-rata siswa SMA sederajat di Jateng cukup memuaskan. "Tidak ada nilai mati pada semua rata-rata nilai pelajaran," jelasnya.

Untuk siswa SMA jurusan IPA, nilai rata-rata pelajaran Bahasa Indonesia (7,94), Bahasa Inggris (7,20), Matematika (7,13), Fisika (7,15), Kimia (7,05), dan Biologi (7,16). Nilai rata-rata siswa jurusan IPS; Bahasa Indonesia (7,33), Bahasa Inggris (6,64), Matematika (6,56), Ekonomi (7,71), Sosiologi (7,35), dan Geografi (6,14).

Menurut Satoto, dari hasil nilai UN tersebut ada beberapa siswa yang mendapatkan nilai sempurna (10), antara lain untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, dan Sosiologi. Ia menambahkan, pengumuman hasil UN tingkat SMA/MA/SMK di Jawa Tengah akan dilaksanakan Sabtu (14/6) ini. Mengenai cara penyampaian pengumuman kelulusan bisa disampaikan dengan ditempel di sekolah masing-masing atau dikirim lewat jasa kantor pos.

"Bagi mereka yang tidak lulus dapat mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) Paket C yang akan diselenggarakan pada 28 Juni hingga 3 Juli 2008," katanya.

Untuk menghindari konvoi yang biasa dilakukan siswa SMA seusai pengumuman kelulusan, Dinas Pendidikan Kota Semarang telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian. "Saya menghimbau supaya para siswa tidak berlebihan dalam merayakan kelulusan. Jika melanggar hukum, kepolisian tentu akan menindak," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Sri Santoso. (A05)

Sumber : Kompas

8,19 Persen Siswa SMP di Sumbar tidak Lulus UN

Padang-RoL-- Sebanyak 8,19 persen atau 5.944 dari 72.620 peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sederajat pada daerah kabupaten/kota di Sumbar tidak lulus Ujian Nasional, jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya.

"Jumlah siswa tidak lulus UN tersebut meningkat dua persen dari tahun sebelumnya," kata Kepala Dinas Pendidikan Nasional, Sumbar, Busharman Bur, di Padang, Jumat.

Peserta UN tingkat SMP di Sumbar sebanyak 72.620 orang, terdiri atas siswa MTS sebanyak 17.161 orang dan tidak lulus 1.267 orang (7,28 persen), SMP dengan jumlah peserta sebanyak 55.026 orang yang tidak lulus 4.458 (8,10 persen) dan SMP Terbuka dengan jumlah peserta 433 orang tidak lulus 219 (50,58 persen).

Hasil UN tersebut akan diumumkan secara langsung pada seluruh siswa di Sumbar pada Sabtu (21/6). Pengumuman kelulusan tersebut dijadwalkan sama dengan hasil UN siswa tingkat SD.

Peringkat lima besar hasil UN tingkat SMP sederajat di Sumbar, yakni Kota Bukittinggi dengan nilai rata-rata 30,10, Solok (28,71), Kabupaten Pasaman Barat (28,53), Pesisir Selatan (28,17) dan Kota Payakumbuh (28,10).

Khusus Kota Padang, hasil rata-rata nilai UN tersebut ada pada peringkat enam dengan jumlah peserta 12.644 orang. "Hasil UN Kota Padang tidak termasuk lima besar karena siswanya banyak yang tidak lulus ujian terutama berasal dari sekolah swasta," katanya.

Sementara persentase kelulusan pada SMP terbuka yang hanya 50,58 persen atau 219 dari 433 orang. UN tersebut hanya diikuti 11 daerah kabupaten/kota di Sumbar, dengan peringkat kelulusan tertinggi yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Tanah Datar dan Kota Padang.

Menurut dia, hasil UN tersebut belum sepenuhnya jadi penentu kelulusan siswa karena juga didukung faktor lain yakni kelengkapan administrasi, hasil UN, hasil UAS, dan etika siswa.antara/mim

Sumber : Republika

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Site Search